Kamis, 25 Maret 2010

Cara Akses Motor DC dengan Mikrokontroler ATMEGA dan CVAVR 2.03.09

Ni tutorial pertama saya,, ya mohon maaf kalo penjelasannya masih belum begitu rinci,, tapi moga-moga saja yang baca bisa paham.. Saya hanya sekedar sharing pengalaman aja..
Pertama-tama siapakan dulu semua alat dan bahan.. dimulai dari alat,, siapakan pisau, kompor,minyak, loh kok malah mau masak…. Eh maap,jadi keinget kerjaan saya kalo malam, kalo pas ganti nama nia.. hahahahha…..
Yup yup serius, untuk persiapan hardware Cuma butuh motor DC, yup ga ada motor DC ga ada yang diujicobakan lah, kabel-kabel besarta konektornya..
Untuk elektronikanya kita butuh Sismin ATMEGA(untuk latihan yang murah bisa make ATMEGA8), driver motor(saya saranin untuk latihan pake yang murah-murah saja seperti menggunakan IC L293D), tombol Menu(menggunakan Push Button), dan LCD. Apabila menginginkan rangkaian schematic nya saya ada, tetapi saya menggunakan eagle buka pake protel ataupun orchad.. Dan schematic yang saya buat masih amburadul.. harap maklum lah.. hehehe…
Apabila sudah jadi tinggal memulai coding saja, namun jangan lupa suplay motor nya juga dikasih. Untuk yang dasar-dasar nya bisa baca datsheet ATMEGA8535 dan H-Bridge(driver motor.red) untuk mengetahui karakteristik masing-masing komponen.
Secara umumnya saja seperti ini, sebagai contoh kita menggunakan ATMEGA8535 dan H-Bridge L293D

Gambar dibawah menunjukan kaki-kaki dari ATMEGA 8535



Dan ini kaki-kaki dari IC L293D


EN merupakan lambang dari Enable ini harus dihubungkan dengan kaki dari mikrokontroler yang berfungsi sebagai PWM atau OC dalam gambar ATMEGA 8535 diatas(Penjelasan tentang PWM saya sarankan lebih awal harus paham dulu dan tentang prinsip dasar dari H-Bridge juga sama, karena sangat penting untuk akses motor).
Dalam IC tersebut lambang Vcc1 berarti untuk suplay IC (rate 5 volt), dan Vcc2 untuk supply motor nya, dan GND untuk Ground. IC L293D bisa untuk dua motor sekaligus.
Lambang A dalam IC L293D merupakan lambang untuk inputan logika yang kita beri dari Mikrokontroler sebagai otaknya, dan lambang Y merupakan keluaran yang berupa tegangan untuk dihubungkan dengan motor DC.
Untuk dua motor sekaligus, 1Y dan 2Y untuk inputan motor DC pertama, dan 3Y dan 4Y untuk inputan motor 2.
Karena ada dua motor jadi kita bisa mencoba untuk mebuat robot sederhana.
Sekarang cara untuk memprogram, mula-mula buka CVAVR nya terlebih dahulu.




Dari gambar diatas kita bisa memilih Chip apa yang kita gunakan, dan clock berapa yang kita gunakan (Clock dan Chip harus sesuai dengan Sismin yang anda gunakan). Karena saya memilih OC yang digunakan adalah OC1A dan 0C1B maka pada tab Ports, PORT D kita ubah sebagai keluaran (OUT). Selanjutnya kita atur Timer seperti ini :


Mode biasanya saya gunakan 10 bit supaya jalan robot lebih halus, dan clock value 62.5000kHZ biar H-Bridge ga jebol.
Selanjutnya atur PORT mana yang digunakan sebagai LCD.
Setelah diatur semuanya, tinggal klik File lalu Generate,save and exit. Dan tinggal coding.. Sebagai saran kalau bisa dibuat fungsi untuk satu per satu motor kemudian untuk dua motor sekaligus.
Pertama panggil dulu library untuk delay dan stdio


Tinggal dicoba-coba nomor satu itu Motor kanan atau Kiri, begitu juga dengan nomor dua. Dihardware saya sudah saya cek dan untuk nomor 1 merupakan motor kiri dan nomor 2 untuk motor kanan.Jangan lupa tulisan : void motor (unsigned char nomor,unsigned char gerak, unsigned int pwm) dicopikan diatas dengan diakhiri tanda titik koma(;).
Kemudian gabungannya :


Kemudian untuk mencoba PWM motor kanan dan Kiri tinggal bikin listing di program utama :



Untuk bagian header jangan lupa dengan kelengkapannya seperti :


Berarti kaki salah satu Push button dihubungkan ke PinB.0-4 dan kaki yang lain dihubungkan Ke-Ground.
Apabila program didowndload,dan tombol2 ditekan akan mengakibatkan salah satu motro bertambah kecepatanya, dan apabila tombol4 ditekan maka motor yang lain juga akan bertmabah.. Sekian dari saya, apabila banyak kesalahan mohon maap..
READ MORE - Cara Akses Motor DC dengan Mikrokontroler ATMEGA dan CVAVR 2.03.09
READ MORE - Cara Akses Motor DC dengan Mikrokontroler ATMEGA dan CVAVR 2.03.09

Senin, 22 Maret 2010

Kursi roda Otomatis Dwi Fungsi di Dalam Rumah

ABSTRAK

Robotika merupakan bidang ilmu pengetahuan yang mengalami perkembangan dengan cepat, salah satunya adalah Wheeled Mobile Robot (WMR). Pembahasan mengenai robot mobil meliputi banyak hal seperti fungsi dan kegunaannya, sistem navigasinya, metode kontrol yang digunakan dan lain-lain. Sedangkan contoh aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari meliputi kursi roda cerdas (Smart Wheel Chair), robot pembersih ruangan, penjinak bom, Self Parking Car (SPC), hingga penghantar barang di pabrik-pabrik ataupun rumah sakit. Untuk sistem navigasi robot mobil, banyak peneliti yang telah mengembangkan robot mobil beroda yang dapat melakukan navigasi tanpa garis sebagai guidance.

Perancangan kursi roda dwi fungsi ini memanfaatkan Kontrol Proporsional. Fungsi dari pengendali proporsional adalah untuk menentukan kecepatan angular kursi roda. Kecepatan angular kursi roda dapat diubah dengan mengubah kecepatan roda kiri dan roda kanan kursi roda. Kecepatan linear kursi roda juga akan mempengaruhi proses pengendalian.

Pada proposal ini dilakukan perancangan pengontrolan kursi roda cerdas menggunakan joystick dan speed encoder. Digunakan speed encoder adalah untuk pembacaan kecepatan motor kanan dan kiri. Dengan demikian robot mobil mampu berjalan otomatis menuju lokasi yang sudah tetap, dalam hal ini lokasi ruangan di rumah sendiri, karena dengan alat ini secara tidak langsung robot hafal dengan ruangan yang ada. Kursi roda juga bisa dikendalikan secara manual dengan menggunakan joystick apabila kursi roda sampai di post-post tertentu yang telah ditentukan disetiap ruangan.

  1. JUDUL

Kursi Roda dwi fungsi (Wheelchair dual function)

  1. LATAR BELAKANG MASALAH

Sekarang ini, assistive technology (teknologi pengawalan) menjadi hal yang sangat penting dikarenakan peralatan robotic yang dapat memperkuat ketidakmampuan individu dengan keterbatasan gerakan atau untuk menggantikan tugas-tugas yang membantu mereka untuk meningkatkan level kemandirian mereka, setidaknya untuk melakukan aktivitas sehari-hari mereka.

Kursi roda adalah alat bantu yang biasanya digunakan oleh orang yang mengalami kesulitan berjalan menggunakan kaki, baik dikarenakan oleh penyakit, cedera, maupun cacat. Alat ini bisa digerakan dengan didorong oleh pihak lain, digerakan dengan menggunakan tangan, atau dengan menggunakan mesin otomatis.

Namun apabila kursi roda cerdas ini juga bisa digunakan oleh penderita tuna netra maka akan memberikan nilai lebih, karena akan membantu dua penderita sekaligus ataupun salah satu dari penderita lumpa atau tuna netra. Hal ini bisa dimungkinkan karena kursi roda ini berjalan secara otomatis menuju ruangan-ruangan yang telah pasti dengan bantuan tombol menu, yang dilengkapi navigasi pembantu lewat suara yang sudah disimpan di memory.

Tujuan utama dari kursi roda cerdas ini adalah membantu individu yang tidak dapat menggunakan kursi roda manual (manual wheel chair). Kursi roda cerdas ini dapat digerakkan dengan mengunakan joystick apabila sudah sampai titik acuan yang berada di masing-masing ruangan. Selain di titik acuan kursi roda bergerak secara otomatis sesuai perintah yang kita berikan dengan menekan tombol menu. Kursi roda dapat berjalan otomatis karena kursi roda sudah diset memiliki lintasan khayal yang terhubung dengan masing-masingruangan. Pengendalian gerakan kursi roda pada dasarnya adalah mengatur kecepatan roda yang umumnya digerakkan oleh motor DC. Pengaturan kecepatan roda ini diatur dengan menggunakan Kontrol Proporsional agar keluaran memiliki respon yang baik terhadap masukannya. Secara praktis, motor DC yang digunakan tidak dapat dianggap ideal, seperti adanya gaya gesek dan rugi-rugi daya. Oleh karena itu, agar roda-roda robot dapat bergerak dengan kecepatan yang diharapkan, maka diperlukan umpan balik kecepatan roda-roda robot terhadap referensi yang diharapkan yang kemudian selisihnya akan diolah oleh sistem umpan balik.

  1. PERUMUSAN MASALAH

Kursi roda dwi fungsi sangat berguna bagi penderita tuna netra dan lumpuh, karena dengan kursi roda ini, akses menuju ruangan-ruangan yang ada di rumah penderita akan lebih lancar, mudah, dan cepat


  1. TUJUAN

Tujuan yang diharapkan dari proposal ini adalah untuk merancang suatu kursi roda yang dapat membantu penderita tuna netra dan atau sekaligus seseorang yang tidak bisa menggunakan kedua kakinya dengan baik. Dengan perintah dari user kursi roda akan berjalan secara otomatis karena kursi roda mempunyai jalur khayal yang sudah diintegrasikan kedalam otak kursi roda, dalam hal ini otak kursi roda dinamakan mikrokontroler.

  1. LUARAN YANG DIHARAPKAN

Luaran yang diharapkan dari program ini adalah :

1. Model desain berupa perancangan alat kursi roda dwi fungsi

2. Piranti lunak yang digunakan untuk menjalakan program otomatisasi jalanya kursi roda in

3. Paten berupa alat kursi roda dwi fungsi

READ MORE - Kursi roda Otomatis Dwi Fungsi di Dalam Rumah
READ MORE - Kursi roda Otomatis Dwi Fungsi di Dalam Rumah

Aplikasi Motor Induksi 3 Fasa dalam Conveyor

Abstrak
Motor induksi tiga fasa banyak digunakan oleh dunia industri karena memiliki beberapa keuntungan antara lain motor ini sederhana, murah dan mudah pemeliharaannya. Pada penggunaan motor induksi sering dibutuhkan proses menghentikan putaran motor dengan cepat dan memperoleh daya secara besar terutama aplikasi untuk konveyor. Pengereman yang paling baik dengan pengereman dinamik karena kemudahan pengaturan kecepatan pengereman terhadap motor induksi tiga fasa. Untuk Konveyer sendiri adalah alat untuk mengangkut barang-barang padat dan beratdalam suatu industri, oleh sebab itu tepat kalau menggunakan motor 3 fasa karena dengan motor 3 fasa akan menghasilkan daya yang besar dan sistem pengereman yang cepat.
Kata kunci : motor induksi tiga fasa, konveyor, pengereman dinamik, daya


I. PENDAHULUAN
Motor induksi tiga fasa banyak digunakan oleh dunia industri karena memiliki beberapa keuntungan. Keuntungan yang dapat diperoleh dalam pengendalian motor–motor induksi tiga fasa yaitu, struktur motor induksi tiga fasa lebih ringan (20% hingga 40%) dibandingkan motor arus searah (DC) untuk daya yang sama, harga satuan relatif lebih murah, dan perawatan motor induksi tiga fasa lebih hemat.

II. TUJUAN
Tujuan Penulisan makalah ini sebagai pengaplikasian dari praktukum yang kita peroleh dan juga sebagai sarat diterimanya laporan kami (tugas akhir praktikum)

III. BATASAN MASALAH
Dalam malakah ini kami membatasi tentang penerapan motor induksi tiga fasa dalam konveyor untuk pengereman dinamik dan daya output motor.

III. DASAR TEORI
3.1. Conveyor
Di dalam industri, bahan -bahan yang digunakan kadangkala merupakan bahan yang berat maupun berbahaya bagi manusia. Untuk itu diperlukan alat transportasi untuk mengangkut bahan -bahan tersebut mengingat keterbatasan kemampuan tenaga manusia baik itu berupa kapasitas bahan yang akan diangkut maupun keselamatan kerja dari karyawan. Salah satu jenis alat pengangkut yang sering digunakan adalah Conveyor yang berfungsi untuk mengangkut bahan -bahan industri yang berbentuk padat. Konveyor itu sendiri digerakan dengan motor induksi tiga fasa karena dengan


3.2 Motor Induksi [1, 3]
Pada motor induksi arus rotor bukan diperoleh dari sumber tertentu, tetapi merupakan arus yang terinduksi sebagai akibat perbedaan relatif antara putaran rotor dengan medan putar yang dihasilkan oleh stator.

33 Konstruksi Motor Induksi Tiga Fasa
Motor induksi tiga fasa memiliki dua komponen dasar yaitu stator dan rotor, bagian rotor dipisahkan dengan bagian stator oleh celah udara yang sempit (air gap) dengan jarak antara 0,4 mm sampai 4 mm. Tipe dari motor induksi tiga fasa berdasarkan lilitan pada rotor dibagi menjadi dua macam yaitu rotor belitan (wound rotor) adalah tipe motor induksi yang memiliki rotor terbuat dari lilitan yang sama dengan lilitan statornya dan rotor sangkar tupai (Squirrel-cage rotor) yaitu tipe motor induksi dimana konstruksi rotor tersusun oleh beberapa batangan logam yang dimasukkan melewati slot-slot yang ada pada rotor motor induksi, kemudian setiap bagian disatukan oleh cincin sehingga membuat batangan logam terhubung singkat dengan batangan logam yang lain


Gambar konstruksi motor 3 fasa

III. Penerapan dalam Conveyor
4.1Proses berputarnya rotor
Apabila sumber tegangan 3 fase dipasan g pada kumparan stator, akan timbul medan putar den gan kecepatan ns = 120 f/P,sehingga Medan putar stator tersebut akan memotong batang konduktor p ada rotor. Akibatnya pada batang konduktor dari rotor akan timbul GGL induksi. Karena batang konduktor merupakan rangkaian yang tertutup maka GGLakan menghasilkan arus (I). Adanya arus (I) di d alam medan magnet akan menimbulkan gaya (F) pada rotor. Bila kopel mula yan g dihasilkan oleh gaya (F) pada rotor cukup besar untuk memikul kopel beban, rotor akan berputar searah dengan medan putar stator. GGL induksi timbul karena terpoton gn ya batang konduktor (rotor) oleh medan putar stator. Artinya agar GGL induksi tersebut timbul, diperlukan adanya perbedaan relatif antara kecepatan medan putar stator (ns) dengan kecepatan berputar rotor (nr).
Perbedaan k ecepatan antara nr dan ns disebut slip (s), dinyatakan dengan

S= (ns- nr)/ ns

Bila nr = ns, GGL induksi tidak akan timbul dan arus tidak mengalir pada batang konduktor (rotor), dengan demikian tidak dihasilkan kopel. Dilihat dari cara kerjanya, motor induksi disebut juga sebagai motor tak serempak atau asinkron.

Daya yang dihasilkan kemudian akan menggerakan rantai pada konveyor sehingga konveyor bergerak. Konveyor itu sendiri digerakan dengan motor induksi tiga fasa karena dengan motor induksi tiga fasa beban lebih mudah dijalankan dan sistem pengereman secara dinamis mampu membuat

4.2 Pengereman Dinamik
Pengereman untuk menghentikan putaran motor induksi dapat dirancang secara dinamik yaitu menggunakan sistem pengereman yang dilakukan dengan membuat medan magnetik motor stasioner. Keadaan tersebut dilaksanakan dengan menginjeksikan arus DC pada kumparan stator motor induksi tiga fasa setelah hubungan kumparan stator dilepaskan dari sumber tegangan suplai AC. Metode pengereman dinamik (dynamic braking) memiliki keuntungan antara lain kemudahan pengaturan kecepatan pengereman terhadap motor induksi tiga fasa
Pengereman dinamik digunakan untuk menghentikan putaran rotor motor induksi. Tegangan pada stator diubah dari sumber tegangan AC menjadi tegangan DC dalam waktu yang sangat singkat. Torsi yang dihasilkan dari pengereman tergantung pada besar arus DC yang diinjeksikan pada belitan stator.

IV. Kesimpulan
Motor Induksi tiga fasa sangat tepat dalam aplikasi konveyor karena konveyor memerlukan daya untuk menggerekakan rantai yang cukup besar dan memerlukan sistem pengereman yang bisa diatur sehingga akan memudahkan dalam pengkerjaan tugas.

DAFTAR PUSTAKA
[1] Eugene C. Lister, Ir. Drs. Hanapi Gunawan, Mesin
Dan Rangkaian Listrik, Penerbit Erlangga, Jakarta, 1993.
[2] Fizgerald, Kingsley, Umans, Mesin - Mesin Listrik,
Penerbit Erlangga, Jakarta, 1997.
[3] Harten, P. Van, Instalasi Listrik Arus Kuat 3,
CV. Trimitra Mandiri, Jakarta, 1978.
[4] I J Nagrath, D P kothari, Electric Machines, Tata

McGraw-Hill Publishing Co. Ltd., New Delhi, 1985.
[5] Kadir A, Mesin Tak Serempak, Djambatan,
Jakarta,1981.
[6] M. Chilikin, Electric Drive, MIR Publisher, Moscow,
1970.
[7] M. Rashid, Power Electronics Circuit, Device, and
Aplication 2nd , Prentice-Hall International Inc, 1988.
[8] M. V. Deshpande, Electric Motors: Applications And
Control, A. H. Wheeler & Co.Ltd, India, 1990.
[10] P. C. Sen, Principles Of Electric Machines And
Power Electronics, Second Edition, John Wiley & Sons,
USA, 1997.
[11] Sumanto, MA, Motor Listrik Arus Bolak-Balik, Endi
Offset, Yogyakarta, 1993.
[13] Theodore Wildi, Electrical Machines, Drives and
Power Systems 3rd,Prentice Hall Inc, New Jersey, 1997
READ MORE - Aplikasi Motor Induksi 3 Fasa dalam Conveyor
READ MORE - Aplikasi Motor Induksi 3 Fasa dalam Conveyor

Kompensator

Kehidupan modern salah satu cirinya adalah pemakaian energi listrik yang besar. Besarnya pemakaian dipengaruhi oleh banyaknya beban yang digunakan yang bersifat induktif dan kapasitif. Beban induktif (+) membutuhkan daya reaktif sedangkan beban kapasitif (-) mengeluarkan daya reaktif. Pemakaian beban induktif yang berlebihan dapat mengakibatkan pemborosan. Dalam penggunaan energi listrik, pelanggan tidak hanya dibebani daya aktif (kW) tetapi juga daya reaktif (kVAR) yang menghasilkan daya nyata yang disuplai oleh PLN. Apabila daya tersebut diperbesar maka rugi daya akan terjadi, daya aktif (kW) akan berkurang hal ini berarti suplai daya dari PLN harus ditambah yang berarti pula penambahan biaya. Untuk itu diciptakan suatu alat yang dapat digunakan untuk menghemat pemakaian energi listrik dalam rumah tangga. Umumnya alat seperti ini biasa dikenal dengan Energy Saver. Namun, untuk menghindari salah persepsi, dalam tulisan ini kita akan menamakan alat yang sedang populer tersebut sebagai kompensator daya (sebab belum tentu Energy Saver). Alat kompensator daya ini dipromosikan dapat menghemat pemakaian energi listrik hingga 30%. Alat kompensator daya ini hanya berupa black box sehingga tidak dapat diketahui isi dalam atau hardwarenya. Umumnya komponen dan Sirkit dalam dari alat ini dicor (ditutup padat) dengan suatu material isolasi, misalnya resin. Alat kompensator daya ini mempnyai fungsi pengaruh tertentu terhadap sistem, yaitu fungsi memberikan pengaruh perubahan terhadap kondisi sistem.
Ada dua jenis alat kompensator untuk rumah tangga yang banyak beredar di pasaran, yaitu : jenis A, kompensator daya yang pemasangannya pararel terhadap pengguna listrik atau beban, dan jenis B, kompensator daya yang pemasangannya seri terhadap pengguna listrik atau beban. Dari dua jenis yang beredar tersebut, yang paling banyak dijumpai dipasaran adalah kompensator daya jenis pemasangan pararel. Perbandingannya kira-kira adalah sembilan dibanding 1 untuk jenis pemasangan pararel.
Jenis A merupakan kompensator daya reaktif induktif yang mempunyai manfaat seperti halnya suatu kompensator daya reaktif. Sehingga dapat diduga bahan utama dari kompensator daya ini adalah kapasitor. Cara kerja kapasitor yang dipasang secara pararel ini adalah dipasang paralel dengan rangkaian beban. Bila rangkaian itu diberi tegangan maka elektron akan mengalir masuk ke kapasitor. Pada saat kapasitor penuh dengan muatan elektron maka tegangan akan berubah. Kemudian elektron akan ke luar dari kapasitor dan mengalir ke dalam rangkaian yang memerlukannya dengan demikian pada saaat itu kapasitor membangkitkan daya reaktif. Bila tegangan yang berubah itu kembali normal (tetap) maka kapasitor akan menyimpan kembali elektron. Pada saat kapasitor mengeluarkan elektron (Ic) berarti sama juga kapasitor menyuplai daya reaktif ke beban. Keran beban bersifat induktif (+) sedangkan daya reaktif bersifat kapasitor (-) akibatnya daya reaktif yang berlaku menjadi kecil. Besarnya nilai kapasitansi dari kompensator daya berkisar sekitar 20 µF dengan nilai daya reaktif kapasitif sekitar 332 VAr.
Besarnya rupiah dari pemakaian energi listrik yang disedot oleh pengguna listrik tidak dapat dikurangi dengan pemasangan alat kompensator daya jenis ini. Sedangkan kemampuan mengurangi rugi hantaran sangat rendah, karena hantaran instalasi rumah umumnya tidak terlalu panjang. Untuk rumah tinggal pada umumnya, penghematan yang dapat diperoleh dari pemasangan kompensator daya ini hanya berkisar hanya Rp. 3000,- s/d Rp. 5000,- per bulan. Kondisi inipun dapat dicapai jika faktor daya dari beban listrik di rumah tersebut sangat jelek ( cos φ = 0,5 ). Bila factor daya beban sudah baik, maka pemasangan kompensator daya justru akan menaikkan rupiah per bulan.
Jenis B merupakan alat penurun catu daya atau catu tegangan ke pengguna listrik. Komponen dalam dari alat kompensator daya jenis ini tidak diketahui, karena seluruh komponen dalam dari alat ini disegel dengan cara dicor (ditutup padat) menggunakan bahan isolasi padat (umumnya resin), sehingga prinsip kerja rincinya tidak diketahui pula secara pasti. Ada dugaan bahwa prinsip kerja alat ini adalah dengan menurunkan catu tegangan ke beban menggunakan suatu impedansi kombinasi induktif dan kapasitif. Impedansi induktif berfungsi menurunkan catu tegangan, sedangkan kapasitor diarahkan untuk memperbaiki faktor daya. Sebagai hasil keluaran dari pemasangan alat kompensator daya jenis seri ini adalah diperoleh penurunan pemakaian daya nyata (watt), tegangan catu ke beban juga dibuat turun. Daya nyata yang diserap beban dengan pemasangan alat ini memang dapat turun 15% hingga 20%, tetapi tegangan catu juga turn hingga 20%.
Kompensator daya jenis ini sangat tidak layak dan tidak dianjurkan dipakai, karena menyebabkan penurunan kinerja penggunaan listrik yang dapat berakibat penurunan efisiens dan umur penggunaan listrik.
READ MORE - Kompensator
READ MORE - Kompensator

Isolator

Isolator yang biasa digunakan pada saluran udara yang dioperasikan pada tegangan tinggi adalah : bahan porselin, bahan gelas, dan bahan polimer.
Untuk mendapatkan sifat-sifat listrik dan mekanis yang baik dari bahan porselin, harus dipilih suhu pemrosesan yang sesuai. Isolator porselin yang baik secara mekanis mempunyai kuat dielektrik kira-kira 60 kv/cm, kuat tekan dan kuat tariknya masing-masing 70.000 kg/cm2 dan 500 kg/cm2.
Isolator bahan gelas banyak digunakan sebagai isolator pasangan luar (outdoor insulator) atau isolator saluran udara (overhead insulator).
Isolator bahan polimer menunjukkan performansi yang baik pada beberapa kondisi, terutama untuk daerah berpolusi.
Isolator saluran udara dapat diklasifikasikan menjadi : isolator pasak, isolator piring, isolator batang panjang, isolator pos saluran, dan isolator pos pin.
Isolator pasak terdiri dari beberapa bagian yang disambungkan satu sama lain.
Sejumlah isolator piring dihubungkan secara seri dengan menggunakan sambungan logam , membentuk satu rentengan.
Isolator batang panjang terdiri dari silinder porselin dengan kerutan-kerutan dan ujung-ujungnya diperkuat dengan dua tutup logam yang disemenkan.
Isolator pos saluran terbuat dari porselin yang bagian bawahnya diberi tutup besi cor yang disemenkan pada porselin serta pasak baja yang disekrupkan padanya.
Isolator pos pin digunakan pada daerah yang membutuhkan kehandalan tinggi.

Karakteristik isolator:
a. Karakteristik mekanik
Gaya tarik terhadap isolator yang telah dipasangkan relatif besar.
b. Karakteristik elektrik
Isolator terdiri dari bahan isolasi yang diapit oleh elektroda-elektroda.

Kegagalan isolator:
a. Isolator pecah.
b. Bahan isolasi berlubang-lubang.
c. Ketidakmurnian bahan isolasi.
d. Bahan tidak dapat mengkilap.
e. Tekanan secara mekanis.
f. Flashover.

Parameter Isolator :
IEC Publikasi 36 memberikan saran untuk mempertimbangkan parameter-parameter dalam pemakaian isolator di daerah polusi, sebagai berikut :
- Faktor bentuk (form Factor – FF)
- Faktor Profil
- Perbandingan jarak dua shed berurutan dengan panjang shed bergantung (the ratio of shed interval to shed overhang), dan
- Sudut kemiringan shed

Rugi-rugi Isolator :
a. Frekuensi, makin tinggi frekuensi makin tinggi pula rugi-rugi
b. Medan, makin tinggi medan listrik makin tinggi pula rugi-rugi
c. Konstanta rugi-rugi, makin tinggi konstanta rugi-rugi makin tinggi pula rugi-rugi isolator
READ MORE - Isolator
READ MORE - Isolator

Resume Semikonduktor

Semikonduktor bisa didefinisikan pertengahan anatara sifat konduktor dan isolator. Konduktor adalah atom yang memiliki elektron valensi di kulit terluar sebanyak 1 elektron sehingga jika diberi tegangan potensial listrik, elektron-elektron tersebut dengan mudah berpindah ke arah potensial yang sama.Karena hanya ada satu elektron dan jaraknya 'jauh' dari nucleus, ikatannya tidaklah terlalu kuat. Hanya dengan energi yang sedikit saja elektron terluar ini mudah terlepas dari ikatannya.Sedangkan Isolator merupakan atom yang memiliki elektron valensi sebanyak 8 buah, oleh sebab itu dibutuhkan energi yang besar untuk dapat melepaskan elektron-elektron ini karena daya tarik elektron yang menggerombol ke nukleus sangat kuat. Jadi kita dapat mengambil kesimpulan untuk mengartikan semikonduktor. Semi sendiri berarti setengah atau sebagian, jadi semikonduktor dapat diartikan memiliki sifat setengah dari konduktor. Jadi dapat ditebak semikonduktor memiliki elektron valensi di kulit terluar sebanyak 4 elektron(efektif). Karena energi untuk melepaskan elektron berimbang. Tidak begitu kuat tapi masih ada energi untuk mengikat elektron tersebut.
Bahan semikonduktor yang banyak dikenal contohnya adalah Silicon (Si), Germanium (Ge) dan Galium Arsenida (GaAs). Germanium dahulu adalah bahan satu-satunya yang dikenal untuk membuat komponen semikonduktor. Namun belakangan, silikon menjadi popular setelah ditemukan cara mengekstrak bahan ini dari alam. Silikon merupakan bahan terbanyak ke dua yang ada dibumi setelah oksigen (O2). Pasir, kaca dan batu-batuan lain adalah bahan alam yang banyak mengandung unsur silikon. Dapatkah anda menghitung jumlah pasir dipantai. Struktur atom kristal silikon, satu inti atom (nucleus) masing-masing memiliki 4 elektron valensi. Ikatan inti atom yang stabil adalah jika dikelilingi oleh 8 elektron, sehingga 4 buah elektron atom kristal tersebut membentuk ikatan kovalen dengan ion-ion atom tetangganya.
Ikatan kovalen menyebabkan elektron tidak dapat berpindah dari satu inti atom ke inti atom yang lain. Pada kondisi demikian, bahan semikonduktor bersifat isolator karena tidak ada elektron yang dapat berpindah untuk menghantarkan listrik.Pada suhu kamar, ada beberapa ikatan kovalen yang lepas karena energi panas, sehingga memungkinkan elektron terlepas dari ikatannya. Namun hanya beberapa jumlah kecil yang dapat terlepas, sehingga tidak memungkinkan untuk menjadi konduktor yang baik.
Dalam aplikasinya semikonduktor dipakai dalam perangkat-perangkat elektronik seperti dioda, resistor, transistor.
Semikonduktor dalam penerapan di resistor memang tepat karena semikonduktor itu sendiri memiliki resistansi. Namun besar resistansi yang bisa didapat kecil karena terbatas pada volume semikonduktor itu sendiri.
READ MORE - Resume Semikonduktor
READ MORE - Resume Semikonduktor

Minggu, 21 Maret 2010

Prolog

Yeahh…. Assalamualaikumwarohmatullahhiwabarokatuh…
Ni dia blog pertama saya.. Akhirnya, walaupun capek juga mendaki gunung namun bisa juga gabung di dunia ke-blog-an… Tapi ntah kapan akan bertahan.. hahahahaha… (aku pemalas je)
Intinya disini saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu.. Saya adalah seorang mahasiswa elektro salah satu universitas di jawa tengah… ya walaupun umur saya sudah lumayan tua (muka tua.red) namun ilmu tentang dunia eltro saya masih sedikit,, So untuk memakasa saya untuk belajar tentang bidang saya ini salah satunya dengan nge blog… Secara, dengan kita ngeblog kita akan dipaksa untuk belajar, dari menulis maupun membaca; mentranslate bahasa negeri sebrang, bahasa hewan maupun bahasa dunia lain (maya)..
Ya dari awal kan emang seharusnya kita sudah disuruh untuk membaca dan menulis (surah pertama yang turun ), namun dasar pemalas ya jadinya kayak gini, maka untuk itu, untuk para pembaca saya harapkan rajin-rajinlah belajar dan berusaha.. Dengan diawali niat dan komitmen tak doain deh jadi orang sukses semua.. Biar bangsa ini ga kalah dari bangsa lain.. Lha wong jumlah penduduk Indonesia aja rangking 10 besar dunia.. Kalau 90% sukses kan kita bisa gantian yang menjadi penguasa dunia.. hehehehe….
Dalam blog ini saya akan menitikberatkan kepada dasar-dasar pemikiran, pengalaman, dan ilmu yang didapat saat kuliah (tugas-tugas kan banyak, sapa tau ntar membantu tugas-tugas orang lain juga) serta hasil proposal penelitian yang saya lombakan,namun belum ada yang berhasil menang.. Ya secara nilai bahasa Indonesia saya masih C.. (untuk selanjutnya blog ini akan condong ke hal-hal yang berhubungan dengan system control atau kendali, karena sekarang sudah mulai fokus ke bidang itu)
Cukup disini aja prolog dalam blog ini,,, Tak lupa saya ucapakan terimaksih kepada semuanya…Selanjutnya kepada para senior, karena saya masih newbie.. Mohon bantuan, bimbingan dan koreksi nya.. Cayoooooo….
Wassalamualaikumwarohmatullahhiwabarokatuh
READ MORE - Prolog
READ MORE - Prolog