Tampilkan postingan dengan label Penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penelitian. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Maret 2010

Kursi roda Otomatis Dwi Fungsi di Dalam Rumah

ABSTRAK

Robotika merupakan bidang ilmu pengetahuan yang mengalami perkembangan dengan cepat, salah satunya adalah Wheeled Mobile Robot (WMR). Pembahasan mengenai robot mobil meliputi banyak hal seperti fungsi dan kegunaannya, sistem navigasinya, metode kontrol yang digunakan dan lain-lain. Sedangkan contoh aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari meliputi kursi roda cerdas (Smart Wheel Chair), robot pembersih ruangan, penjinak bom, Self Parking Car (SPC), hingga penghantar barang di pabrik-pabrik ataupun rumah sakit. Untuk sistem navigasi robot mobil, banyak peneliti yang telah mengembangkan robot mobil beroda yang dapat melakukan navigasi tanpa garis sebagai guidance.

Perancangan kursi roda dwi fungsi ini memanfaatkan Kontrol Proporsional. Fungsi dari pengendali proporsional adalah untuk menentukan kecepatan angular kursi roda. Kecepatan angular kursi roda dapat diubah dengan mengubah kecepatan roda kiri dan roda kanan kursi roda. Kecepatan linear kursi roda juga akan mempengaruhi proses pengendalian.

Pada proposal ini dilakukan perancangan pengontrolan kursi roda cerdas menggunakan joystick dan speed encoder. Digunakan speed encoder adalah untuk pembacaan kecepatan motor kanan dan kiri. Dengan demikian robot mobil mampu berjalan otomatis menuju lokasi yang sudah tetap, dalam hal ini lokasi ruangan di rumah sendiri, karena dengan alat ini secara tidak langsung robot hafal dengan ruangan yang ada. Kursi roda juga bisa dikendalikan secara manual dengan menggunakan joystick apabila kursi roda sampai di post-post tertentu yang telah ditentukan disetiap ruangan.

  1. JUDUL

Kursi Roda dwi fungsi (Wheelchair dual function)

  1. LATAR BELAKANG MASALAH

Sekarang ini, assistive technology (teknologi pengawalan) menjadi hal yang sangat penting dikarenakan peralatan robotic yang dapat memperkuat ketidakmampuan individu dengan keterbatasan gerakan atau untuk menggantikan tugas-tugas yang membantu mereka untuk meningkatkan level kemandirian mereka, setidaknya untuk melakukan aktivitas sehari-hari mereka.

Kursi roda adalah alat bantu yang biasanya digunakan oleh orang yang mengalami kesulitan berjalan menggunakan kaki, baik dikarenakan oleh penyakit, cedera, maupun cacat. Alat ini bisa digerakan dengan didorong oleh pihak lain, digerakan dengan menggunakan tangan, atau dengan menggunakan mesin otomatis.

Namun apabila kursi roda cerdas ini juga bisa digunakan oleh penderita tuna netra maka akan memberikan nilai lebih, karena akan membantu dua penderita sekaligus ataupun salah satu dari penderita lumpa atau tuna netra. Hal ini bisa dimungkinkan karena kursi roda ini berjalan secara otomatis menuju ruangan-ruangan yang telah pasti dengan bantuan tombol menu, yang dilengkapi navigasi pembantu lewat suara yang sudah disimpan di memory.

Tujuan utama dari kursi roda cerdas ini adalah membantu individu yang tidak dapat menggunakan kursi roda manual (manual wheel chair). Kursi roda cerdas ini dapat digerakkan dengan mengunakan joystick apabila sudah sampai titik acuan yang berada di masing-masing ruangan. Selain di titik acuan kursi roda bergerak secara otomatis sesuai perintah yang kita berikan dengan menekan tombol menu. Kursi roda dapat berjalan otomatis karena kursi roda sudah diset memiliki lintasan khayal yang terhubung dengan masing-masingruangan. Pengendalian gerakan kursi roda pada dasarnya adalah mengatur kecepatan roda yang umumnya digerakkan oleh motor DC. Pengaturan kecepatan roda ini diatur dengan menggunakan Kontrol Proporsional agar keluaran memiliki respon yang baik terhadap masukannya. Secara praktis, motor DC yang digunakan tidak dapat dianggap ideal, seperti adanya gaya gesek dan rugi-rugi daya. Oleh karena itu, agar roda-roda robot dapat bergerak dengan kecepatan yang diharapkan, maka diperlukan umpan balik kecepatan roda-roda robot terhadap referensi yang diharapkan yang kemudian selisihnya akan diolah oleh sistem umpan balik.

  1. PERUMUSAN MASALAH

Kursi roda dwi fungsi sangat berguna bagi penderita tuna netra dan lumpuh, karena dengan kursi roda ini, akses menuju ruangan-ruangan yang ada di rumah penderita akan lebih lancar, mudah, dan cepat


  1. TUJUAN

Tujuan yang diharapkan dari proposal ini adalah untuk merancang suatu kursi roda yang dapat membantu penderita tuna netra dan atau sekaligus seseorang yang tidak bisa menggunakan kedua kakinya dengan baik. Dengan perintah dari user kursi roda akan berjalan secara otomatis karena kursi roda mempunyai jalur khayal yang sudah diintegrasikan kedalam otak kursi roda, dalam hal ini otak kursi roda dinamakan mikrokontroler.

  1. LUARAN YANG DIHARAPKAN

Luaran yang diharapkan dari program ini adalah :

1. Model desain berupa perancangan alat kursi roda dwi fungsi

2. Piranti lunak yang digunakan untuk menjalakan program otomatisasi jalanya kursi roda in

3. Paten berupa alat kursi roda dwi fungsi

READ MORE - Kursi roda Otomatis Dwi Fungsi di Dalam Rumah
READ MORE - Kursi roda Otomatis Dwi Fungsi di Dalam Rumah

Sabtu, 20 Maret 2010

Sistem Keamanan Mobil Saat Sopir dalam Kondisi Mengantuk v1 (Pendahuluan)

A. JUDUL

Sistem pendeteksi ketiduran berbasis kamera pada pengemudi kendaraan bermotor untuk mencegah kecelakaan dengan pengolahan citra digital.


B. LATAR BELAKANG MASALAH

Negara kepulauan terbesar di dunia, itulah sebuah julukan yang ditujukan kepada Negara Indonesia yang dilintasi oleh garis khatulistiwa. Julukan itu memng pantas ditujukan pada Indonesia, dikarenakan Indonesia memiliki 17.504 pulau dengan luas wilayah 1,9 juta meter persegi (Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia, 2004).

Bukan hanya menjadi negara kepulauan terbesar, Indonesia juga menjadi negara dengan tingkat populasi yang tinggi di dunia. Jumlah penduduk Indonesia saat ini sekitar 231 juta jiwa yang tersebar di seluruh pulau (Badan Pusat Statistik, 2009).

Jumlah populasi tersebut mempengaruhi jumlah pengguna kendaraan bermotor atau pengguna jalan raya di Indonesia. Hingga tahun 2007, jumlah kendaraan bermotor di Indonesia total mencapai 63,8 juta unit dengan komposisi terbesar disumbang oleh sepeda motor yang mencapai 82,46 persen (AISI, 2007).

Dilihat dari rata-rata pertumbuhan, jumlah bus memiliki rata-rata kenaikan tertinggi selama lima tahun terakhir. Pertumbuhan jumlah bus ini ditunjang oleh maraknya perkembangan industri pariwisata dan kebutuhan sewa bus untuk antar jemput anak sekolah atau pekerja kantor. Dari total 3,3 juta bus di 2007, 19.446 merupakan bus antarkota antarprovinsi (AKAP), 8.224 bus pariwisata, 215 merupakan bus perintis sedangkan sisanya merupakan bus kota.

Tidak luput, mobil-mobil pribadi juga semakin marak menjamur. Hal ini didasari dari kebutuhan akan efisiensi perjalanan jauh dengan biaya ekonomis dan nyaman.

Seperti yang terlihat dalam grafik dibawah ini, pertumbuhan kendaraan bermotor semakin meningkat


Sumber :POLRI, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI)

Gambar 1 grafik pertumbuhan kendaraan bermotor

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor akan menimbulkan masalah baru, yaitu kecelakaan lalu lintas.

Sebagai sampel, di wilayah Jabodatabek, kecelakaan lalu lintas karena kesalahan pengemudi mencapai 1002 jiwa pada tahun 2002, 2377 jiwa pada tahun 2003, 3854 jiwa pada tahun 2004, 3432 jiwa pada tahun 2005, dan 3092 jiwa pada tahun 2006. Seperti bagan dibawah ini :



SUMBER : JAJARAN DIT LANTAS POLDA METRO JAYA

Gambar 2. Grafik sebab kecelakaan di wilayah Jabodatabek


Untuk itu diperlukan suatu alat atau cara agar dapat meminimalisasi kecelakaan dengan cara pendeteksian awal terhadap rasa kantuk, sehingga angka kecelakaan karena kelalaian pengemudi juga dapat berkurang.

.

C. PERUMUSAN MASALAH

Rasa kantuk ketika mengemudi sangat berbahaya. Karena rasa kantuk menandakan kelelahan pada otak. Apabila hal itu berlangsung cukup lama, maka kendaraan yang kita kemudikan bisa lepas kontrol dan menabrak sesuatu. Bahkan akan memakan banyak korban jiwa.

Oleh sebab itu diperlukan sebuah alat yang dapat memberikan peringatan dini bila pengemudi merasa kantuk, yang dipasang di dashboard mobil atau bus, sehingga kecelakaan lalu lintas bisa dihindari akibat kelalaian pengemudi dapat diminimalisasi.


D. KEGUNAAN

Kegunaan perancangan alat pendeteksi kantuk dalam mobil ini adalah untuk mengurangi jumlah korban kecelakaan akibat pengemudi mengemudikan kendaraannya dalam keadaan mengantuk.

Alat ini bisa mengurangi jumlah korban kecelakaan lalu lintas karena sistem yang akan dibuat memiliki keluaran berupa buzzer yang secara cepat akan membangunkan pengemudi. Apabila pengemudi sudah bangun maka pengemudi dapat mengontrol laju dan arah kendaraannya seperti semula. Saat buzzer dibangkitkan maka lampu sein belakang juga akan menyala sehingga dapat menambah kewasapadaan pada kendaraan yang ada di belakangnya.

Dari segi ekonomi, berkurangnya tingkat kecelakaan akan berdampak pula pada berkurangnya kerugian akibat kerusakan kendaraan dan lainnya. Jadi bila kecelakaan berkurang maka kerugian finansial juga akan berkurang dan polisi pun akan lebih mudah dalam menanggulangi kecelakan.

READ MORE - Sistem Keamanan Mobil Saat Sopir dalam Kondisi Mengantuk v1 (Pendahuluan)
READ MORE - Sistem Keamanan Mobil Saat Sopir dalam Kondisi Mengantuk v1 (Pendahuluan)